Thursday, February 1, 2018

Dasar Pemograman: Variabel dan Tipe Data - UDINUS


VARIABEL DAN TIPE DATA

Begitu kita menulis program yang paling sederhana dalam bahasa pemrograman apa pun, kita harus melacak informasi. Misalnya jika kita membangun kalkulator, kita perlu mencatat jumlah, angka, dan operator. atau jika kita menulis program permainan, kita mungkin perlu mengetahui skor, posisi pemain di layar, berapa banyak nyawa. Semua ini adalah data dan kita membuat variabel untuk menyimpan data tersebut.

Variabel sebenarnya hanya sebuah kontainer. Mereka mengambil potongan kecil dari memori komputer. Kita memberikan nama variabel yang akan digunakan saat program berjalan dan kemudian kita beri nilai di dalamnya, seperti alamat email atau tanggal atau posisi atau nomor, dan kemudian kita bisa merubah nilai itu sesuai yang kita butuhkan.

Nama yang Anda gunakan untuk variabel harus ditulis sebagai satu kata, tidak boleh ada spasi, dan bisa terdiri dari huruf, angka, tanda dolar dan garis bawah. Tidak ada karakter lain lagi yang bolehkan, dan juga harus diketahui, nama variabel tidak bisa dimulai dengan angka.

Sebenarnya, yang terjadi ketika kita mendeklarasi sebuah variabel, kita mengambil sedikit area di memori untuk menampung sebuah nilai. Jadi, setelah baris kode ini berjalan, variabel ini terbuat, memiliki nama tahun, tapi tidak ada nilainya. Ini dianggap sebagai undefined. Tapi tidak ada gunanya memiliki variabel yang tidak terdefinisi. Jadi kita bisa define atau set sebuah initial value dari variable. Kita bisa melakukannya dengan 2 statements (int tahun kemudian tahun sama dengan 2018). Tanda sama dengan merupakan sebuah assignment, jadi kita mengatur variabel tahun dengan nilai 2018. Anda juga bisa menggabungkan ini menjadi satu statement.

Di bahasa C, ada 5 tipe data dasar yang diasosiasikan dalam variable
  • int - integer: angka
  • float - floating point value: angka desimal
  • double - double-precision floating point value
  • char - single character
  • void - valueless type

OPERATOR

  • Aritmatika: Ini adalah operator yang digunakan untuk melakukan operasi aritmatika / matematis pada operand, contoh (+, -, *, /, %,++,–).
  • Relasional: Operator relasional digunakan untuk membandingkan nilai dari dua operan. Sebagai contohnya, memeriksa apakah satu operan sama dengan operan lainnya, operan lebih besar daripada operan lain dll. Beberapa operator relasional antara lain (==,>, =, <=).
  • Operator Logis: Digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih kondisi / kendala atau untuk melengkapi evaluasi kondisi semula dengan pertimbangan. Hasil operasi operator logika adalah nilai boolean yang benar atau salah.
  • Operator assignment: Digunakan untuk meng-asign, atau menetapkan nilai pada variabel.

NOTASI ALGORITMIK


JUDUL
{Program untuk menjumlahkan 3 bilangan integer}
KAMUS
operand1, operand2, operand3, hasil : integer
ALGORITMA
input (operand1}
input (operand2}
input (operand3}
hasil ← operand1 + operand2 + operand3
output (hasil)
JUDUL
{Program untuk menghitung lama kuliah}
{Dengan mengurangi jam keluar dosen dengan jam masuk dosen
yang sebelumnya dikonversikan kedalam detik}
KAMUS
jamMasuk, menitMasuk, detikMasuk : integer
jamKeluar, menitKeluar, detikKeluar : integer
jamDurasi, menitDurasi, detikDurasi : integer
totalDetikMasuk, totalDetikKeluar, totalDetikDurasi : integer
ALGORITMA
{input jam masuk dosen}
input (jamMasuk)
input (menitMasuk}
input (detikMasuk}

{input jam keluar dosen}
input (jamKeluar}
input (menitKeluar}
input (detikKeluar}

{konversi kedalam detik}
totalDetikMasuk ← (jamMasuk * 3600) + (menitMasuk*60) + detikMasuk
totalDetikMasuk ← (jamKeluar * 3600) + (menitKeluar*60) + detikKeluar
totalDetikDurasi ← totalDetikKeluar - totalDetikMasuk

{konversi kembali ke posisi awal}
jamDurasi ← totalDetikDurasi div 3600
menitDurasi ← (totalDetikDurasi mod 3600) div 60
detikDurasi ← (totalDetikDurasi mod 3600) mod 60

{output durasi lama kuliah}
output (jamDurasi)
output (menitDurasi)
output (detikDurasi)

0 comments:

Post a Comment